Cara gila
menyelesaikan tugas tentu bukanlah hal
yang menyenangkan. Melewatkan tenggat waktu yang sudah ditetapkan atasan atau
dosenmu meninggalkan perasaan berdosa yang tidak nyaman. Akhirnya seringkali
kamu merasa kesal lantaran tidak bisa memenuhi tanggung jawabmu dengan baik.
Padahal
kamu merasa sudah memaksimalkan kinerjamu setiap harinya. Lantas kenapa
kira-kira kamu tetap gagal menyelesaikan tugas? Mungkin, tanpa disadari
kamu melakukan hal-hal di bawah ini…
1. Kamu mulai mengerjakantugas seperti pengelana yang hilang arah. Tanpa punya ekspektasi yang jelas
Agar bisa sukses
menyelesaikan tugas, kamu butuh ekspektasi yang jelas. Bukan sekedar “pokoknya
selesai secepatnya”, jelaskan dengan rinci bagaimana kamu harus
menuntaskan tugas-tugasmu itu.
Dari
beberapa tugas yang diberikan padamu, buat perbandingan dalam 4 poin
penting: kualitas, kuantitas, urgensi, dan kecepatan. Kamu harus menentukan
prioritas tugasmu. Urutkan mana yang paling menyita tenaga dan pikiranmu.
Misalnya kamu seorang staff marketing, maka rincikan tugasmu sebagai berikut:
–
Membuat laporan penjualan bulan kemarin di awal hari.
–
Setelah makan siang, selesaikan rancangan promosi untuk bulan depan.
–
Gunakan sisa waktu untuk menyiapkan materi rapat untuk besok.
Jadwal kerja akan membantum mengingat
tugas-tugas satu persatu, mulai dari yang paling sulit hingga yang paling mudah
dan cepat diselesaikan. Tanpa jadwal kerja dan komitmen kuat untuk menerapkannya,
mustahil kamu bisa bekerja dengan baik.
Namun menuntaskan semua tugasmu tak selalu
mudah. Ada kalanya kamu terganjal rasa malas hingga akhirnya gagal mengikuti
jadwal kerja yang sudah disusun dengan rapi.
Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah melawan
rasa malasmu sendiri. Jam kerja sebaiknya bisa dimanfaatkan dengan baik.
Daripada terpaksa lembur dan menyelesaikan pekerjaan di rumah, sebaiknya
tuntaskan kewajibanmu segera.
Penting
untuk menganalisa kinerjamu sendiri. Ketika gagal menyelesaikan laporan
praktikum atau tugas-tugas di kantor, tentu ada alasan-alasan yang
melatarbelakanginya. Pikirkan hal-hal yang bisa mendistraksi pekerjaan dan
membuatmu malas.
Misalnya, kamu terbiasa meletakkan ponsel di
atas meja kerjamu dan sesekali akan memeriksanya ketika ada pesan masuk. Selain
itu, kamu mungkin tidak bisa lepas dari media sosial dan terbiasa membuka akun
pribadimu setiap saat.
Singkirkan hal-hal yang mendistraksi
pekerjaanmu. Pikirkan bahwa kamu akan punya waktu luang untuk ponsel dan media
sosial setelah semua pekerjaanmu selesai.
4. Kegagalan
memenuhi tenggat waktu disebabkan luputnya kepekaanmu untuk memanfaatkan momen
emas di awal hari itu.
Yang paling sulit dalam menyelesaikan pekerjaan
adalah saat memulainya. Kadang, kamu terlebih dulu membayangkan bahwa
tugas-tugasmu terlalu sulit sehingga kamu tidak akan mampu untuk
menyelesaikannya. Rasa takut membuatmu enggan segera membuka folder pekerjaan
yang sudah menunggu.
Sebaiknya, datanglah lebih awal ke kantor.
Luangkan waktu untuk tenang dan meyakinkan diri bahwa kamu bisa menyelesaikan
semua tugasmu. Jangan membuang waktu di awal hari dengan memikirkan tugas yang
akan kamu kerjakan. Ingatlah bahwa kamu sedang berpacu dengan waktu –
menyelesaikan semua tugas tepat saat jam kerjamu berakhir.
5. Prioritasmu disusun berdasarkan keinginan,
bukan diurutkan berdasar kemampuan
Sukses atau tidaknya kamu menyelesaikan
pekerjaan juga ditentukan oleh kemampuanmu menentukan prioritas. Sekalipun bisa
menyusun daftar tugas dengan baik, kamu masih bisa gagal ketika tidak
memprioritaskan pekerjaan di atas hal-hal lain.
Atasan bisa sewaktu-waktu memberimu tugas
tambahan. Rekan kerja mungkin juga meminta bantuanmu. Dosen juga bisa seenak
jidat memberikan tugas paper yang harus selsai dalam semalam. Tapi, kamu bisa
meyakinkan dirimu untuk tetap memprioritaskan tugasmu sebelumnya sekalipun
menerima tugas lainnya. Catatannya, kamu tetap harus bisa mengukur kemampuanmu
sendiri.

0 komentar:
Posting Komentar